Senin, 14 Januari 2013

BERSYUKUR BLOG MATERI

            Pagi ini tanggal 9 Januari 2013, awan menutupi langit dengan gelapnya. Titik hujan turun membuat banyak genangan di jalan, hari ini hujan datang di pagi hari. Rasa malas mulai membalut rasa semangat yang tadinya membara kala malam.


            Entah kenapa saya melihat banyak gambar rumah, mobil dan hal yang mahal lainya terbesik dalam hati kenapa saya tidak sekaya mereka? Sungguh tidak adil hidup ini ?. Kata – kata tersebut tak sengaja terucap begitu saja. Memang sebagai manusia kita selalu merasa kurang puas dengan hidup kita padahal sudah memilki segalanya. Pernah guru saya berujar “Jika anak adam di beri 2 bukit emas pasti dia akan mencari bukit emas yang ke tiga” artinya kata sang guru adalah manusia itu intinya rakus atau  tamak. Rakus  atau Tamak merupakan suatu sikap yang mencerminkan ketidak puasan dengan hidup kita, Rasa ketidak puasan ini akan membuat perasaan selalu gelisah dan tidak tenang kita juga kita sebut membuat kita tidak bahagia.



            Setiap orang di dunia ini selalu mencari kebahagiaan dengan banyak cara diantaranya dengan berbelanja, Jalan – jalan keluar negeri, mengkoleksi barang antik dan banyak hal lainya. Tapi anehnya mereka selalu tidak puas dan kebingungan. Pada dasarnya kebahagiaan itu sudah ada pada diri kita, Tuhan telah memberikan hal yang luar biasa dalam hidup kita tapi hingga saat ini kita tak kunjung sadar. Ada ungkapan yang mengatakan “ Tak kan terasa makna kenyang sebelum lapar tiba”, Makna ungkapan tersebut adalah kita tak kan mengerti betapa bahagianya hidup ini dengan mengsyukuri apa yang Tuhan telah berikan kepada kita baik itu kemalangan apalagi kebahagiaan. 

Ada kisah tentang seorang anak muda yang selalu mengeluh dengan hidupnya yang serba kekurangan dan kemiskinan yang selalu mengrogoti hidupnya dia selalu mengeluh sang Maha Pencipta, Setiap hari adalah keluhan- keluhan akan dirinya yang tidak seburuntung orang lain. Sampai suatu saat dia bermimpi, dalam mimpinya dia bertemu dengan seorang kakek – kakek renta dengan berpakaian bak bangsawan kakek itu berujar.

“Nak maukah kamu menjadi orang yang sangat kaya raya ? Segala bisa kau beli dengan kekayaanmu itu” Kata sang Kakek

“Iya – iya kek Saya mau itu adalah Impian saya dar dulu, lihat saya sekarang tidak punya apa – apa, Tuhan memang tidak adil kepada saya, saya sudah beribadah, berbuat baik tapi tak kunjung doa saya di kabulkan kek, Tuhan memang tidak adil pada saya” Cerita Pemuda tersebut sambil meneteskan air mata

“Baik, kalau begitu bagai mana kalau kakek membayar 10 Peti Emas ?” Tanya kakek
“Iya – iya saya mau kek, hidup saya pasti berubah…Ya kek apa yang bisa saya bantu kek?" Sahut Pemuda itu dengan semangat

“Saya butuh lenganmu!” Kata sang Kakek
“lengan saya ? tapi bagai mana saya bisa memetik gitar kesayangan saya kek?"  Jawab dengan putus asa kepada sang kakek
“100 Peti Emas !”
“TIDAK!!!” Tentang Pemuda
“1000 Peti Emas”
“Tetap Tidak!!! Walau segunung saya belum tentu mau” kata Pemuda tersebut dengan membentak.


Terbangunlah pemuda tersebut dan menyadari betapa kayanya dirinya saat ini dengan segala pemberian dari Tuhan yang maha kuasa intinya bagaimana kita terus bersukur dengan apa yang kita miliki maka kita akan bahagia. Tetap bersukur dan terus berusaha diringi Do’a.

By Kang Unul asli Lho!