Senin, 14 Januari 2013

BERSYUKUR BLOG MATERI

            Pagi ini tanggal 9 Januari 2013, awan menutupi langit dengan gelapnya. Titik hujan turun membuat banyak genangan di jalan, hari ini hujan datang di pagi hari. Rasa malas mulai membalut rasa semangat yang tadinya membara kala malam.


            Entah kenapa saya melihat banyak gambar rumah, mobil dan hal yang mahal lainya terbesik dalam hati kenapa saya tidak sekaya mereka? Sungguh tidak adil hidup ini ?. Kata – kata tersebut tak sengaja terucap begitu saja. Memang sebagai manusia kita selalu merasa kurang puas dengan hidup kita padahal sudah memilki segalanya. Pernah guru saya berujar “Jika anak adam di beri 2 bukit emas pasti dia akan mencari bukit emas yang ke tiga” artinya kata sang guru adalah manusia itu intinya rakus atau  tamak. Rakus  atau Tamak merupakan suatu sikap yang mencerminkan ketidak puasan dengan hidup kita, Rasa ketidak puasan ini akan membuat perasaan selalu gelisah dan tidak tenang kita juga kita sebut membuat kita tidak bahagia.



            Setiap orang di dunia ini selalu mencari kebahagiaan dengan banyak cara diantaranya dengan berbelanja, Jalan – jalan keluar negeri, mengkoleksi barang antik dan banyak hal lainya. Tapi anehnya mereka selalu tidak puas dan kebingungan. Pada dasarnya kebahagiaan itu sudah ada pada diri kita, Tuhan telah memberikan hal yang luar biasa dalam hidup kita tapi hingga saat ini kita tak kunjung sadar. Ada ungkapan yang mengatakan “ Tak kan terasa makna kenyang sebelum lapar tiba”, Makna ungkapan tersebut adalah kita tak kan mengerti betapa bahagianya hidup ini dengan mengsyukuri apa yang Tuhan telah berikan kepada kita baik itu kemalangan apalagi kebahagiaan. 

Ada kisah tentang seorang anak muda yang selalu mengeluh dengan hidupnya yang serba kekurangan dan kemiskinan yang selalu mengrogoti hidupnya dia selalu mengeluh sang Maha Pencipta, Setiap hari adalah keluhan- keluhan akan dirinya yang tidak seburuntung orang lain. Sampai suatu saat dia bermimpi, dalam mimpinya dia bertemu dengan seorang kakek – kakek renta dengan berpakaian bak bangsawan kakek itu berujar.

“Nak maukah kamu menjadi orang yang sangat kaya raya ? Segala bisa kau beli dengan kekayaanmu itu” Kata sang Kakek

“Iya – iya kek Saya mau itu adalah Impian saya dar dulu, lihat saya sekarang tidak punya apa – apa, Tuhan memang tidak adil kepada saya, saya sudah beribadah, berbuat baik tapi tak kunjung doa saya di kabulkan kek, Tuhan memang tidak adil pada saya” Cerita Pemuda tersebut sambil meneteskan air mata

“Baik, kalau begitu bagai mana kalau kakek membayar 10 Peti Emas ?” Tanya kakek
“Iya – iya saya mau kek, hidup saya pasti berubah…Ya kek apa yang bisa saya bantu kek?" Sahut Pemuda itu dengan semangat

“Saya butuh lenganmu!” Kata sang Kakek
“lengan saya ? tapi bagai mana saya bisa memetik gitar kesayangan saya kek?"  Jawab dengan putus asa kepada sang kakek
“100 Peti Emas !”
“TIDAK!!!” Tentang Pemuda
“1000 Peti Emas”
“Tetap Tidak!!! Walau segunung saya belum tentu mau” kata Pemuda tersebut dengan membentak.


Terbangunlah pemuda tersebut dan menyadari betapa kayanya dirinya saat ini dengan segala pemberian dari Tuhan yang maha kuasa intinya bagaimana kita terus bersukur dengan apa yang kita miliki maka kita akan bahagia. Tetap bersukur dan terus berusaha diringi Do’a.

By Kang Unul asli Lho!
           

Minggu, 09 Desember 2012

Masa Muda Cuma Sekali

Tau atau pernah nonton film "Back To The Future"? Di situ, mereka bisa seenaknya 'maju mundurin' waktu, karena ada alat yang diciptakan sama si Sang Professor. Itu film Hollywood!


Di kenyataannya, kita hidup cuma 1x. Kita ngga bisa 'maju mundurin' waktu. Kita mau bengong, mau tidur, waktu jalan terus. Setelah Agan membaca habis tulisan saya ini, kamu sudah melewati 1-2 menit waktu Agan.

Pertanyaannya: waktu yang Agan lewati itu, termasuk BERMAKNA atau TERBUANG SIA-SIA?

Siapa yang sering males-malesan? Kesehariannya diisi nongkrong di warung, ngerokok, ngegosip, nonton Tv (program yang tidak mendidik), dan seterusnya? Apa ngga berasa sayang ya ngebuang waktu? Tau kan, ngga peduli sekaya apapun Agan, Agan ngga akan pernah bisa membeli waktu!

Steve Jobs, salah satu orang terkaya di dunia,.. ketika kankernya semakin parah, dia ngga bisa beli waktu untuk lebih lama lagi hidup di dunia ini. No one can! Randy Pausch, seorang Professor yang terkenal dengan "The Last Lecture"-nya dan bukunya dengan judul yang sama juga ngga mampu membeli waktu ketika dia didiagnosa kanker.

Steve dan Randy sama-sama berusaha memaksimalkan hidup mereka di saat-saat akhir. Dan saya cukup yakin, ketika mereka meninggalkan dunia ini, mereka bahagia. Karena apa? Karena mereka tidak hanya memaksimalkan hidup mereka di saat-saat akhir saja, tapi mereka telah selalu berusaha semaksimal mungkin selama hidupnya. Buktinya apa? Pencapaian-pencapaian mereka selama hidupnya!

Nah, kita yang masih muda (saya umur 34 masih boleh ngaku muda ngga ya?), seharusnya bisa belajar dari Steve dan Randy. Kita juga seharusnya bisa 'lebih sadar' lagi bahwa hidup ini cuma 1x. Masa muda kita juga cuma 1x. Jangan kita sia-siakan.

Pertanyaannya: Apa yang sudah Agan lakukan di dalam hidup ini, yang bisa Agan banggakan? Apakah pencapaian itu sudah cukup? Agan puas? Ngga ingin berusaha mencapai sesuatu yang lebih besar lagi, lebih banyak lagi? Agan ngga ingin bermanfaat untuk lebih banyak orang lagi? dan seterusnya...

Saya percaya, akar dari semua motivasi adalah KESADARAN akan pentingnya suatu hal. Kalau Agan sudah sadar bahwa hidup ini cuma 1x dan sayang kalau disia-siakan, Agan akan secara otomatis berusaha semaksimal mungkin 'setiap detiknya'.

Kalau bisa produktif di masa muda, sukses di usia muda,.. kenapa mesti buang-buang waktu dan nunggu sukses di usia tua?

See you ON TOP!
Billy Boen
CEO PT Jakarta International Management (JIM)
President Director Rolling Stone Cafe Jakarta

Twitter: @billyboen
Facebook.com/billyboenYOT



Ikuti acara tahunan terbesarnya YOT: YOUNG ON TOP NATIONAL CONFERENCE 2012.

Sabtu, 10 November 2012

Nilai Sebuah Kepercayaan

Kepercayaan itu sangatlah mahal harganya dengannya kita bisa membeli sebuah rumah  walau tak punya uang untuk membelinya. Kepercayaan laksana sebuah Lisensi yang terukir di atas jidat kita yang kita sendiri tak mampu melihatnya.
Karnanya kalian bisa membeli segalanya selain kepercayaan itu sendiri. Saking pentingnya jagalah ia walau dengan nyawaMu sendiri karna tanpanya kita laksana bebatuan yang tak ada nilainya.


Kenapa sih, singgung masalah Kepercayaan ? Di salah satu Hotel Ternama di Kota Palu, diadakan sebuag seminar Motifasi dengan pembicara Salah seorang motivator dan Seorang Dokter Ternama. Acaranya tertunda karena keterlambatan Pemateri. Para hadirin telah menempati tempat mereka berharap mendapatkan Door Price yang sangat menggiurkan. Acara berlangsung santai tapi banyak kenjanggalan yang terjadi diantara Materi yang berbelit - belit yang ternyata ujung - ujungnya adalah persentase MLM yang kami sendiri tak menyadari kalau hal ini terjadi namun dari para peserta tidak ada yang protes karna sekalilagi yang di harapkan adalah Door Price yang di janjikan.

Detik berganti menit, tak terasa matahari sudah letih ingin istrahat. Dengan wajah lusuh penuh harapan para peserta tetap sabar menanti hadiah yang akan di berikan.
Ahirnya acara selesai walau sedikt terlambat para peserta pulang dengan wajah marah karena Door Price tidak semua jadi di undi dengan alasan yang sangat aneh yang tidak sesuai dengan promo yang di berikan. Teman - teman panitia jadi Bulan - bulanan kekecewaan. Sampai ada salah satu peserta yang mendapatkan hadiah sebuah Setrika pr tidak bisa diambil padahal berapa sih  harganya dengan tiket yang bernilai Rp. 100.000,-. Rasa kecewa, marah, tertuang dalam sebuah kata- kata yang merobek - robek emosi yang berada dalam jiwa panitia. Sedih sekali rasanya menjadi korban ketidak profesinalitas beberapa oknum yang hanya melihat keuntungan pribadi tanpa memperdulikan perasaan orang lain. Teman - teman panitia telah berjuang dengan segala tenaga dengan taruhan harga diri dan kepercayaan diri mereka untuk secarik kertas tak bermakna.

Semoga kejadian ini menjadi Pelajaran di mana sebuah kepercayaan sangat bernilai di mana kita di tuntut profesional oleh seseorang tak profesional mereka menjilat ludah yang mereka buang dengan mulut mereka sendiri. Semoga hal ini segera ada solusi di mana tidak ada pihak yang di rugikan lagi. Buat anda nasehat saya anda menaruh lubang di setiap jalan anda sehingga anda selalu terperosok di dalamnya dan takkan pernah sampai, sampai anda menutup lubang itu dengan kata maaf. Karna sebuah kepercayaan itu kami rela berjalan di tengah teriknya mentari dan terpaan hujan cibiran orang karna kami percaya dengan anda. Semoga hal ini menjadi pejaran betapa pentingnya sebuah kepercayaan itu. 

Minggu, 10 Juni 2012

Otak Kanan


Lembaga Kami

Hi Apa kabar ? gi mana kabar kalian hari ini ? tentu luar biasa. Wah tak terasa ini postingan saya yang baru, maklum baru pulang dari pertapaan di gunung salak nyari black box, baru tau black box itu warnanya orange :).Back to topick.

Pada kesempatan ini saya mau cerita pengalaman saya tentang bisnis baru yang saya geluti (asyiek). Dari sekian banyak usaha yang saya geluti banyak yang bangkrut hampir tidak ada yang berhasil T_T entah dosa apa yang telah saya lakukan ya?. Dari begitu banyak kegagalan yang menerpa, di sana saya banyak makan asam garam kehidupan moga- moga tidak Hipertensi atau darah tinggi , doa'in ya(Amien).Pasti teman - teman bertanya usaha apa gerangan yang saya geluti dan terjuni sekarang ? ayo apa ? kirim jawaban dengan PO.BOX 94113 ^^.

Sekarang saya dan teman sedang merintis usaha Bimbel. Rasanya aneh memang pendirinya adalah orang - orang kurang beprestsi secara akademik tapi secara jiwa dan wawasan sangat berprestasi namun sampai saat tak kunjung dapat penghargaan (dukung kami ketik reg spasi kirim ke kantor pos terdekat ha ha ha). Bimbel ini kami dirikan atas dasar beberapa hal diataranya ?

Siswa Kami Angkatan 1


1. Memberantas penyakit Mahasiswa, Kemiskinan dan kemelaratan
2. Tidak ada yang kami bisa jual selain ketampanan kami eh ilmu kami
3. Prihatin dengan pola belajar anak sekarang yang sering bikin GALAU
4. Sarana amal jariyah sapa tau bisa masuk surga ngak pake Visa he he he
5. Arena cari jodoh ha ha ha yang ini becanda



Alasan di atas yang menjadi alasan kami membentuk suatu bimbel, Awalnya kami membuat les Bahasa Inggris walau saya pribadi basicnya Ekonomi. Ide ini diprarkarsai oleh sahabat saya Bp. Hasrul saya berkeyakinan dengan niat yang baik pasti menumbuhkan hasil yang baik. Ada pepatah dari kampungnya teman saya




"Tak kan kamu panen Beras dari pohon PETAI dan takkan kamu petik buah PETAI dari padi"

Pepatahnya sih agak aneh, tentang hubungan PETAI dengan BERAS. Kalau Bapak saya bilang berhungan, "Di mana ada nasi lebih enak kalau ada Petai (Pete) he he he. Intinya adalah segala sesuatu yang kita lakukan pasti berbuah sama dengan apa yang kita perbuat "Apa yang di tuai sesuai denagn yang di tanam".



Nanti saya sambung di edisi berikutnya terimaksih sudah mau mampir dan membaca coretan yang agak tejo dan menggeikan. Terimaksih Banyak.

Rabu, 25 Januari 2012

Zoo in the City


Zoo in The City

Sedang Lesehan 






Zoo atau kebun binatang pasti sering berkunjungkan? atau bahkan tinggal di sana ? becanda. Ngomong -ngomong kebun binatang, sepengatahuan saya di Sulawesi tengah belum ada kebun binatang. Jadi kalau mau ke kebun binatang ya ke hutan saja langsung Murah dan hemat. Di kota besar pasti sangat aneh melihat karnaval hewan ternak berkeliaran tak karu-karuan. Nah pada kesempatan kali ini saya mau cerita Zoo in The City alias Kebun Binatang di Tengah kota.

Bukit cinta

Bukit cinta


Topografi Kota Palu yang berbukit - bukit mendorong warga sekitarnya untuk berternak baik sapi, kambing ataupun domba. Kalau mau di bayangkan mirip safana yang ada di afrika walaupun tidak mirip sekali tapi mirip dikit. Banyak masyarakatnya menjadikan hewan ternak sebagai salah satu mata pencaharian.

Yang unik dari masyarakat di sini adalah kalau di jawa hewan ternaknya di kandangkan sedangkan di kota palu  tidak. Para hewan ternak di lepas untuk mencari makanannya sendiri,  di  hamparan bumi yang luas. Ada sisi di balik pelepasan hewan ternak begitu saja, positifnya yaitu para perternak tidak harus bersusah payah memberi pakan, membersihkan kandang dll karna si hewan ternak telah asyik mencari makanannya sendiri. Tapi sisi negatifnya karna hewan ternak di lepaskan begitu saja, terkadang sering mengganggu pengguna jalan baik mobil ataupun motor. Tidak heran kalau di palu ada korban tabarakan sapi atau kambing bisa sapinya yang cedera atau manuasianya . Saudara dari teman ibu saya adalah korban kecelakaan akibat nabrak sapi yang lagi tour di kota palu.. Tapi disinilah keunikan kota ini ...^_^ jadi saya sarankan kalau teman - teman main ke mari hati - hati ya bisa di seruduk sapi he he he.


 

membahayakan Pengendara

Ngomongin sapi ada kejadian lucu di kampus saya tercinta,  suatu hari yang cerah di kampus biru Tadulako. Mahasiswa seperti biasanya belajar di kelas dengan penuh keseriusan (kalau lagi ujian saja he he he). Perasaan tegang menyelimuti mahasiswa karna menunggu wangsit yang tak kunjung datang. Seketika kelas panik dosen berteriak seolah - olah ada hal yang besar terjadi apakah gempa, perampokan atau kebakaran?. Ketegangan itu sirna karna ternyata, seekor sapi mendadak masuk ke kelas. Wah lucu sekali kami tertawa terbahak - bahak. Sehari kemudian di kelas sebelah para ternak - ternak tanpa izin buang hajat sembarangan. Semangat membara menuju tempat ujian tiba-tiba  hilang begitu saja melihat hal yang kurang indah bertaburan he he he terpaksa ujian di undur deh.

tapi saat ini fonemena tersebut sudah tidak ada lagi pihak kampus sudah menyelsaikan masalah hewan ternak yang berkeliaran dengan warga setempat. Ya jadi kampus dah clean dari hewan ternak. ya itu keunikan daerah saya. Main- main ke mari ya ^_^  


Palu in the night

Rabu, 11 Januari 2012

Palolo Paris Van Celebes

Tugu Sebelum masuk ke Palolo

Bagaimana kabar kamu hari ini ? sehat- sehatkan ?. Tahun lalu saya berkesempatan jalan - jalan ke palolo "Paris Van Celebes" saingannya "Paris van Java" (Bandung), kenapa namanya Paris Van Celebes ? karena suhu udara di sana dingin sekali, saking dinginnya, kalau  mau mandi minimal  tunggu matahari lagi berseri -seri sekitar jam 10 atau 11kalau tidak siap-siap saja mandi air es he he he.


Wah dingin
Palolo adalah suatu daerah di kab. Biromaru. jarak tempuh dari kota palu kurang lebih sekitar 1 jam lebih. Daerah ini merupakan dataran tinggi jadi tidak heran kalau dingin sekali. Masyarakat di sini terdiri dari suku Toraja dan Bugis.Mungkin pikiran kalian orang di kampung itu jelek -jelek eit tunggu dulu, ternyata sebaliknya loh. Pada suatu kesempatan saya berkunjung di salah satu sekolah di sana anaknya banyak yang cantik - cantik ^_^. Masyarakat disini rata - rata berprofesi sebagai petani baik padi maupun coklat karna daerah ini sangat subur. Konon saking suburnya daerah ini tanaman bisa tumbuh sangat besar. 

Suatu Pagi di Palolo

Hamparan Padi
Danau Di Tengah Hutan

Danau Di Tengah Hutan

Palu From Palolo

Palu from Palolo


Hal yang menarik di sini kalau pagi menjelang jangan kaget ya, karna di jalan - jalan berkabut seperti di film Korea atau Barat kamu bisa liat uap dari mulut kamu, kalau di perhatikan seperti Naga mengeluarkan api tapi jangan lupa sikat gigi dulu nanti bau NAGA hehehe. Pada suatu kesempatan saya di ajak teman saya untuk liat kebut Strawberry namun sayang hujan melanda, walaupun daerah kami sangat dekat dengan katulistiwa bukan berarti panas buktinya disini dingin sekali sampai bisa tumbuh strawberry bunga sakura bisa kali ya ?.


Saking dinginnya puncaknya tidak kelihatan


Jangan pikir saya petaninya


Disuatu sore, saya jalan - jalan melepas rindu bertemu sahabat - sahabat lama saya yang sedang   PKL ( bukan pedagang kaki lima ) di sana. Luar biasa jalan yang harus di tempuh  sampai motor saya mau jatuh knalpotnya untung tidak apa -apa. Di tempat sahabat saya mengajar masyarakatnya hidup rukun berdampingan walau perbedaan besar di antara mereka seperti agama dan bahasa, patut di contoh. 



Bertemu Penduduk asli di sana he he he 

Bertemu Para penggemar saya



Sebenarnya belum mau pulang tapi, ya saya harus tetap menjalankan tugas saya di kantor. Sekian dulu ya, Hobi saya mencari hal - hal yang baru dan menarik. semoga bermanfaat. Oh ya saya mau explorasi ke Napu konon di sana ada dataran seperti New Zealand dan kadang kalau mau Hujan turun kristal es. Banyak yang kabar yang menyatakan seperti itu bener atau tidak ya kita buktikan saja sendiri. Saya senang sekali kalau ada yang mau share. Jangan malu - malu komen saja saya bales kok.

Kamis, 05 Januari 2012

KEBUDAYAAN KOREA

1. Tentang Korea dan Sejarah Singkatnya.
Mendengar SNSD, SUJU, K-Pop atau K-Drama mungkin tidak asing di telinga kita, Korean Wive telah melanda negeri ini baik dari segi budaya dan Teknologi seperti Samsung, LG dan Kia (Otomotif). Sekarang saya mau cerita sedikit tentang Negeri Gingseng, Nama asli Negara korea adalah Taehan Min’Guk dengan luas wilayah 98.400 km² dan jumlah penduduk sebanyak 48.289.037 jiwa. Bentuk Negaranya republic dengan kepala Negara Presiden, kepala pemerintahan perdana menteri, dan system pemerintahan presidensial terpusat. Ibu kota Korea Selatan adalah Seoul, dengan bahasa nasional Korea dan mata uang Korsel adalah Won. Kebanyakan penduduk Korea beragama Kristen, Buddha, dan Chongogyoisme. Lagu kebangsaan Korea Selatan adalah Aegukga.


Bendera Korea

Peta Negara Korea


      Sejarah awal Korea berkisar di sekitar kerajaan kuno Choson yang muncul sekitar 2.300 tahun sebelum Masehi. Pada sekitar abad ke-2 sebelum Masehi, bangsa Cina mendirikan koloni di daerah kerajaan tersebut. Namun, lima abad kemudian, bangsa Korea mengusir mereka keluar. Sejak itu, muncul sebuah kerajaan, yaitu kerajaan Silla. Kerajaan Silla (668 – 935) membawa puncak ilmu pengetahuan dan budaya yang besar. Akibat adanya kerusuhan yang terjadi di dalam negeri pada abad ke 10, dinasti Silla jatuh dan digantikan oleh dinasti Koryo. Selama periode kepemimpinan dinasti Koryo (935 – 1392), Korea mengalami banyak serbuan. Tentara Mongol yang dipimpin oleh Genghis Khan menyerbu dan akhirnya menguasai Korea sehingga Korea menjadi bagian kekaisaran Mongol.

Istana Gyeongbok-gung


Setelah runtuhnya Mongol pada akhir abad ke-14, berbagai golongan bangsawan dan militer berusaha memegang kekuasaan di Korea . Akhirnya, seorang jenderal yang bernama Yi Sung-Gy menghilangkan pemerintahan yang korup dan mendirikan dinasti Yi (1392 – 1910). Kongfucuisme diperkenalkan sebagai agama resmi. Reformasi politik dan social dimulai. Ibu kota negara dipindahkan dari Kaesong ke Seoul . Namun, Korea masih tetap terancam oleh Cina dan Jepang. Kedua negara tersebut ingin menguasai Korea untuk memperluas wilayah mereka. Setelah serangan yang gagal dari kepang pada tahun 1592 – 1598, Korea jatuh di bawah kekuasaan Manchu dari utara. Beberapa abad berikutnya, Korea menutup diri dari pergaulan dunia menjadi negara pertapa. Pada tahun 1800-an, Rusia, Jepang, dan Cina bersaing untuk menguasai Korea . Setelah perang Rusia – Jepang pada tahun 1904 – 1905, Jepang bergerak ke semenanjung Korea dan mendudukinya pada tahun 1910. Pada tahun 1919, penduduk Korea mengadakan demonstrasi secara damai karena menginginkan kemerdekaan. Akan tetapi, polisi Jepang membubarkannya, malah ada yang dibunuh dalam aksi tersebut.

Suasana Perang di Korea




Perang antara kekasaran Jepang dan Mongol merebut Korea



Perang Korea

Pada tahun 1945, di akhir perang dunia II, tentara Uni Soviet menduduki bagian utara Korea sedangkan tentara Amerika di bagian selatan. Setelah membuat suatu perjanjian, Korea dibagi sejajar dengan garis lintang 38˚. Pada bagian selatan berdirilah Republik Korea , sedangkan di daerah utara didirikan Republik Demokratik Rakyat Komunis. Pada tanggal 25 Juni 1950, tentara Korea Utara menyerang Korea Selatan dalam upaya menyatukan Korea dibawah kekuasaan komunis. Korea Utara yang memakai persenjataan yang disediakan oleh Uni Soviet menang atas Korea Selatan. Akan tetapi, atas bantuan PBB, Korea Selatan diselamatkan atas kekalahan dan pertempuran pun diakhiri dengan gencatan senjata pada bulan Juli 1953. Sejak saat itu, berbagai perundingan yang dilakukan untuk menyatukan Korea selalu gagal.

Hingga saat ini Korea Utara dan Selatan Masih bermusuhan di karenakan perpedaan idiologi kedua negara tersebut.Untuk mengantisipasi kemungkinan perang pemerintah korea  menjalankan "wajib militer" jadi,  baik artis, pengusaha atau tukang jahit sekalipun harus bisa berperang. Jangan heran kalau perang nanti bisa muncul banyak artis di medan perang bisa- bisa sedang perang ada yang minta foto bareng atau tanda- tangan he he he. Kalau memang seperti itu saya mau ikut perang juga sapa tau bisa ketemu SOe Hyun.  

2. Keadaan social budaya Korea Selatan

Kita sudah membicarakan tentang sejarah Negara Korea Selatan, Sekarang kita bahas tentang Budaya :

a)     Budaya Perkawinan
Kebudayaan garis keluarga di Korea adalah berdasarkan atas sistem Patrilinial. Pria memegang peranan penting dalam kesejahteraan keluarga dan diwajibkan untuk bekerja. Wanita diperbolehkan untuk bekerja hanya kalau diperbolehkan oleh suami atau jika hasil kerja suaminya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Tugas utama wanita adalah untuk mengasuh anak dan menjaga rumah.
Budaya perkawinan Korea sangat menghormati kesetiaan. Para janda, jika suami mereka mati muda, tidak dizinkan menikah lagi dan harus mengabdikan hidupnya untuk melayani orang tua dari suaminya. Begitu juga yang terjadi pada seorang duda yang harus melayani orang tua dari istrinya walaupun istrinya tersebut mati muda.Orang korea terkenal dengan Loyalitasnya baik dengan pasangan atau kerjaan sekalipun. Tapi kalau jadi duda dan janda di sana rasanya berat sekali he he he.

Perkawinan Adat Korea 


b)    Budaya dalam hal keturunan
Dalam budaya Korea , keturunan atau anak dianggap sebagai sebuah anugerah yang amat besar dari Tuhan. Oleh karena itu, setiap keluarga disarankan untuk memiliki paling tidak seorang keturunan. Oleh karena budaya yang amat menghormati anugerah Tuhan tersebut, aborsi yang bersifat sengaja akan diberikan hukuman yang amat berat secara adat, yaitu hukuman mati kepada sang Ibu dan orang lain yang mungkin terlibat di dalamnya, seperti suaminya (jika suaminya yang memaksa), dokter (jika dokter yang memberikan sarana untuk aborsi), dan lain-lain. Akan tetapi, secara hukum, tidak akan diadakan hukuman mati. Hukuman mati biasanya hanya dilaksanakan di daerah pedalaman Korea di mana adat masih berpengaruh secara kuat.
Pembagian harta warisan dalam budaya ini amatlah adil. Tanpa memperdulikan jenis kelamin, keturunan dari seseorang akan mendapatkan pembagian harta dengan jumlah yang sama dengan saudara-saudaranya. Akan tetapi, dalam prakteknya ini tidak selalu terjadi. Kebanyakan orang tua menyisihkan lebih banyak harta warisan kepada anak tertua mereka.

c)     Budaya Makanan
Dalam budaya Korea , ada satu makanan khas yang memiliki suatu arti yang tidak dimiliki oleh makanan lainnya. Makanan ini disebut kimchi. Di setiap session makanan, ketidakberadaan kimchi akan memberikan kesan tidak lengkap. Kimchi adalah suatu makanan yang biasanya merupakan sayuran yang rendah kalori dengan kadar serat yang tinggi (misalnya bawang, kacang panjang, selada, dan lain-lain) yang dimasak sedemikian rupa dengan bumbu dan rempah-rempah sehingga menghasilkan rasa yang unik dan biasanya pedas. Dalam kenyataannya (menurut hasil penelitian kesehatan WHO), jenis-jenis kimchi memiliki total gizi yang jauh lebih tinggi dari buah manapun.

Kimchi


Hal yang membuat kimchi menjadi makanan yang spesial ada banyak faktornya. Faktor pertama adalah pembuatannya. Kimchi (dalam hal ini adalah kimchi yang dihidangkan untuk acara-acara spesial, bukan kimchi untuk acara makan biasa dan sehari-hari) dibuat oleh wanita dari keluarga bersangkutan yang mengadakan acara tersebut dan hanya bisa dibuat pada hari di mana acara tersebut dilaksanakan. Semakin banyak wanita yang turut membantu dalam pembuatan kimchi ini, semakin “bermakna” pula kimchi tersebut.

Kimchi di Mangkok
Kimchi juga merupakan faktor penentu kepintaran atau kehebatan seorang wanita dalam memasak. Konon katanya, jika seorang wanita mampu membuat kimchi yang enak, tidak diragukan lagi kemampuan wanita tersebut dalam memasak makanan lain. Faktor ketiga adalah asal mula kimchi. Kimchi pada awalnya dibuat oleh permaisuri dari Raja Sejong sebagai hidangan untuk perayaan Sesi.

d)     Bahasa Korea Selatan

Bahasa yang digunakan di Korea adalah bahasa Korea . Penulisan bahasa Korea dinamakan Hangeul. Hangeul diciptakan oleh Raja Sejong pada abad ke 15. Hangeul terdiri dari 10 huruf vokal dan 14 konsonan yang bisa dikombinasikan menjadi banyak sekali huruf-huruf dalam bahasa Korea. Hangeul sangat mudah dibaca dan dipelajari. Hangeul juga dianggap sebagai bahasa tulisan yang paling sistematik dan scientific di dunia.

Raja Sejong
Tulisan Hangeul 














Terima kasih atas kunjungannya, Maaf blog ini masih banyak kekurangannya jadi, mohon dukungannya. Oh ya, berikut saya akan menulis kebudayaan Korea langsung dari sahabat saya yang sedang studi di sana. Jadi rajin- rajin berkunjung ya. ^_^

 Sumber :
http://www.angelfire.com/gundam/sartohalim/sejarah.htm
Edited By Kang Unul ^_^

Rabu, 28 Desember 2011

BURUNG MALEO

 Ada yang tau Burung Maleo ? mungkin burung ini sedikit asing ditelinga kamu, Burung ini adalah jenis burung endemik Sulawesi jadi hanya ditemukan di sulawesi saja. Maleo Senkawor atau Maleo, yang dalam nama ilmiahnya Macrocephalon maleo, dengan panjang sekitar 55cm, dan merupakan satu-satunya Burung di dalam genus tunggal Macrocephalon.Uniknya ketika burung Maleo lahir bisa langsung terbang,coba bayangkan ketika kita lahir kita langsung bisa lari marathon wah betapa luar biasa he he he. Itulah keagungan Tuhan YME. Oh ya Burung ini tidak mengerami telurnya seperti burung-burung pada umumya seperti Ayam, Bebek atau angsa. Burung Maleo menaruh telurnya di dalam tanah. Jadi ingat Sung Go Kong yang lahir dari batu. he he he.


Burung Maleo

 Kawan-kawan setiap burung kan pasti bertelur, selama saya hidup belum menemukan burung yang melahirkan atau beranak, kecuali burung jadi-jadian he he he. Ngomongin soal telur mendadak saya teringat Emak saya yang hobi masakin telur mata sapi (saya pribadi juga masih bingung kenapa harus telur mata sapi, bukan mata ayam, mata kambing atau mata mata). Back to topik Telur pasti kamu sudah tau namanya telurkan ?, dan pasti sering pegang- pegang. Telur burung Maleo berbeda dari telur-telur pada umumnya bentuknya besar sekali 5 sampai 8 kali telur ayam ( Gede Buanget kata orang Jakarte kalau orang sini bilangnya NAMBASO betul). Saking besarnya telur Maleo banyak orang ingin mengambilnya untuk konsumsi atau hanya koleksi, Hal ini yang membuat habitat burung ini semakin langka (Betapa jahatnya mereka), Mari kita berimajinasi sejenak, Coba bayangkan kamu punya anak yang cantik sekali. Karna kamu sibuk kamu menitipkan sebentar di rumah tetangga dan tiba-tiba di culik, langsung GALAU pastinya dan air mata berlinang- linang. Begitulah perasaan si burung ketika Telurnya di ambil.


Telur maleo
Telur Maleo


Tadi kita sudah ngomongin tentang telur, sebelum telur lahir pasti melewati proses "itu" sebut saja melahirkan telur/ bertelur he he he. Bicara soal telur Maleo pasti beeeeeeesar sekali, hampir setengah tubuh Maleo. Kalau ibu kita melahirkan anaknya yang besarnya hampir setengah berat badanya pasti tidak ada wanita yang mau melahirkan ataupun hamil. Tapi karna besarnya rasa SARANGHAE = AI = CINTA ke anaknya, burung Maleo tetap melahirkan telur cintanya di muka bumi. Namanya proses persalinan/melahirkan/bertelur pasti sangat sakit, konon ketika burung maleo telah bertelur dia langsung pingsan mungkin karna saking sakitnya( coba bayangkan kita lagi ingin buang Hajat tapi tidak bisa keluar- keluar kurang lebih seperti itu hal yang di rasakan burung maleo). Malang sekali burung yang satu ini. Hebatnya ketika dia siuman burung ini langsung mengubur telur didalam lubang yang sebelumnya dia tlah gali ( betapa luar biasanya burung ini patut di contoh, buat anak2 muda seperti penulis jangan bantah orang tua karna khususnya ibu karna melahirkan kita ke dunia itu sakit sekali).

Burung Maleo dan Telurnya


Telur sudah dikubur didalam tanah, Burung maleo menggunakan panas bumi untuk mengerami telurnya sekitar 32 - 35 derajat Celcius. Karna burung ini menggunakan panas bumi maka penyebaran burung ini sangat terbatas di daerah sulawesi yang umunya pegunungan dan banyak sumber geoternal atau panas bumi. Perjuangan burung Maleo belum usai, ketika telur telah menetas anak Maleo harus berjuang keluar dari tanah dengan perjuangan membara berapi -api. Tapi ketika sudah mencapai permukaan,  eh terkadang ratusan semut siap mengerebungi si anak maleo, tak hanya itu saja soa- soa (biawak sepupunya si komodo) siap menerkam. Tapi Tuhan yang maha esa amat adil, Burung ini ketika lahir sudah bisa langsung terbang (wow keren). Kok bisa langsung terbang ? begini ceritanya, kita ngomong telur lagi he he he. Telur Maleo sangat besar jadi cadangan makanannya sangat banyak, Hal ini yang membantu proses penyempurnaan bentuk maleo jadi lengkap.





Anak Burung Maleo



Lubang Telur Burung Maleo



Kita sudah ngomongin Telur, proses bertelur dll, kita pasti pernah nonton film Titanic dan Romeo and Juliet ? yang mengisahkan sepasang cinta abadi di bawa sampai mati (SO SWEET). Di dunia burung - burungan juga ada kisah seperti ini. Burung ini adalah burung Maleo. Burung Maleo adalah mungikin burung yang paling setia di muka bumi karna hinggga ahir hayatnya hanya setia pada pasangannya ( anti selingkuh seperti hobi artis jaman sekarang/ dan lagu -lagu yang in saat ini). Penulis mau usul jaman bapaknya penulis masih pacaran ada ungakapan "Merpati Simbol cinta" rasanya kurang pas. Begini ceritanya, dahulu kala bapak penulis memelihara sepasang merpati kipas yang serasi  sekali bak putri dan pangeran  turun dari kayangan. Sepasang burung ini menikmati hubungan cinta mereka yang membuahkan telur hasil cinta meraka. Akan tetapi, hal ini tak berlangsung lama. seekor burung merpati kampung datang menggoda merpati kipas betina bapak Penulis. Hari pertama belum ada efek, hari demi hari merpati kampung terus menggoda. Sampai pada ahirnya iman merpati kipas betina runtuh juga, dia selingkuh dengan meninggalkan anak dan suaminya. Sungguh delematis, nanti dilanjutkan cerita perselingkuhannya. 

Takkan Pernah Terpisahkan



Vidio Maleo


Itulah segelumit cerita tentang Burung Maleo yang unik ini. Sebagai Bangsa yang besar kita harus menjaga kelestarian Hayati indonesia dengan menjaga, memelihara dan tidak memburu. Semoga bermanfaat, sampai jumpa di tulisan saya selanjutnya. (Husnul/ Kang Unul)  


Selasa, 20 Desember 2011

Perbandingan Budaya Indonesia dan Jepang

1. Apakah perbandingan budaya itu ?
Budaya adalah kristalisasi nilai dan pola hidup yang dianut suatu komunitas. Budaya tiap komunitas tumbuh dan berkembang secara unik, karena perbedaan pola hidup komunitas itu. Perbandingan budaya Jepang dan Indonesia berarti mencari nilai-nilai kesamaan dan perbedaan antara bangsa Indonesia dan bangsa Jepang. Dengan mengenali persamaan dan perbedaan kedua budaya itu, kita akan semakin dapat memahami keanekaragaman pola hidup yang ada, yang akan bermanfaat saat berkomunikasi dan berinteraksi dengan pihak yang berasal dari budaya yang berbeda.

Kesulitan utama dalam membuat perbandingan budaya antara Indonesia dan Jepang disebabkan perbedaan karakteristik kedua bangsa tersebut. Bangsa Jepang relatif homogen, dan hanya memiliki sekitar 15 bahasa (tidak berarti 15 suku bangsa, karena termasuk didalamnya sign language untuk tuna rungu), dan telah memiliki sejarah yang jauh lebih panjang, sehingga nilai-nilai budaya itu lebih mengkristal. Adapun bangsa Indonesia berciri heterogen, multi etnik, memiliki lebih dari 700 bahasa, sehingga tidak mudah untuk mencari serpih-serpih budaya yang mewakili Indonesia secara nasional[1]. Perlu dipisahkan nilai-nilai mana yang diterima secara nasional di Indonesia, dan mana yang merupakan karakter unik salah satu suku yang ada.
Bahasan dalam makalah ini dibatasi pada perbandingan budaya Indonesia dan Jepang dari segi-segi sbb. : “nama dan tanda tangan”, “cara pemakaian gesture untuk penghormatan kepada yang lebih tua/dihormati”.

2. Tradisi Pemilihan Nama dan Tanda Tangan

2.1 Tradisi penamaan di Jepang
Nama di Jepang terdiri dari dua bagian : family name dan first name. Nama ini harus dicatatkan di kantor pemerintahan (kuyakusho), selambat-lambatnya 14 hari setelah seorang bayi dilahirkan. Semua orang di Jepang kecuali keluarga kaisar, memiliki nama keluarga. Tradisi pemakaian nama keluarga ini berlaku sejak jaman restorasi Meiji, sedangkan di era sebelumnya umumnya masyarakat biasa tidak memiliki nama keluarga. Sejak restorasi meiji, nama keluarga menjadi keharusan di Jepang. Dewasa ini ada sekitar 100 ribu nama keluarga di Jepang, dan diantaranya yang paling populer adalah Satou dan Suzuki. Jika seorang wanita menikah, maka dia akan berganti nama keluarga, mengikuti nama suaminya. Namun demikian, banyak juga wanita karir yang tetap mempertahankan nama keluarganya. Dari survey yang dilakukan pemerintah tahun 1997, sekitar 33% dari responden menginginkan agar walaupun menikah, mereka diizinkan untuk tidak berganti nama keluarga [2]. Hal ini terjadi karena pengaruh struktur masyarakat yang bergeser dari konsep “ie”(家) dalam tradisi keluarga Jepang. Semakin banyak generasi muda yang tinggal di kota besar, sehingga umumnya menjadi keluarga inti (ayah, ibu dan anak), dan tidak ada keharusan seorang wanita setelah menikah kemudian tinggal di rumah keluarga suami. Tradisi di Jepang dalam memilih first name, dengan memperhatikan makna huruf Kanji, dan jumlah stroke, diiringi dengan harapan atau doa bagi kebaikan si anak.

2.2 Tradisi penamaan di Indonesia
Adapun masyarakat di Indonesia tidak semua suku memiliki tradisi nama keluarga. Masyarakat Jawa misalnya, tidak memiliki nama keluarga. Tetapi suku di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi memiliki nama keluarga. Dari nama seseorang, kita dapat memperkirakan dari suku mana dia berasal, agama apa yang dianut dsb. Berikut karakteristik nama tiap suku di Indonesia
  • Suku Jawa (sekitar 45% dari seluruh populasi) : biasanya diawali dengan Su (untuk laki-laki) atau Sri (untuk perempuan), dan memakai vokal “o”. Contoh : Sukarno, Suharto, Susilo, Joko, Anto, Sri Miranti, Sri Ningsih.
  • Suku Sunda(sekitar 14% dari seluruh populasi) : banyak yang memiliki perulangan suku kata. Misalnya Dadang, Titin, Iis, Cecep
  • Suku Batak : beberapa contoh nama marga antara lain Harahap, Nasution.
  • Suku Minahasa : beberapa contoh nama marga antara lain Pinontoan, Ratulangi.
  • Suku Bali : Ketut, Made, Putu, Wayan dsb. Nama ini menunjukkan urutan, bukan merupakan nama keluarga.
Selain nama yang berasal dari tradisi suku, banyak nama yang diambil dari pengaruh agama. Misalnya umat Islam : Abdurrahman Wahid, Abdullah, dsb. Sedangkan umat Katolik biasanya memakai nama baptis : Fransiskus, Bonivasius, Agustinus, dsb.
2.3 Perbandingan kedua tradisi
Persamaan antara kedua tradisi
Baik di Jepang maupun di Indonesia dalam memilih nama (first name) sering memilih kata yang mensimbolkan makna baik, sebagai doa agar si anak kelak baik jalan hidupnya. Khusus di Jepang, banyaknya stroke kanji yang dipakai juga merupakan
salah satu pertimbangan tertentu dalam memilih huruf untuk anak. Umumnya laki-laki di Jepang berakhiran “ro” (郎), sedangkan perempuan berakhiran “ko” (子)

Perbedaan antara kedua tradisi sbb.
  1. Di Jepang, nama keluarga dimasukkan dalam catatan sipil secara resmi, tetapi di Indonesia nama keluarga ini tidak dicatatkan secara resmi di kantor pemerintahan. Nama family/marga tidak diperkenankan untuk dicantumkan di akta kelahiran
  2. Di Jepang setelah menikah seorang wanita akan berganti nama secara resmi mengikuti nama keluarga suaminya. Sedangkan di Indonesia saat menikah, seorang wanita tidak berganti nama keluarga. Tapi ada juga yang nama keluarga suami dimasukkan di tengah, antara first name dan nama keluarga wanita, sebagaimana di suku Minahasa. Di Indonesia umumnya setelah menikah nama suami dilekatkan di belakang nama istri. Misalnya saja Prio Jatmiko menikah dengan Sri Suwarni, maka istri menjadi Sri Suwarni Jatmiko. Tetapi penambahan ini tidak melewati proses legalisasi/pencatatan resmi di kantor pemerintahan.
  3. Huruf Kanji yang bisa dipakai untuk menyusun nama anak di Jepang dibatasi oleh pemerintah (sekitar 2232 huruf, yang disebut jinmeiyo kanji), sedangkan di Indonesia tidak ada pembatasan resmi untuk memilih kata yang dipakai sebagai nama anak
2.4 Pengalaman unik yang timbul akibat perbedaan budaya
Bagi orang Indonesia yg datang di Jepang, saat registrasi, misalnya membuat KTP sering ditanya mana yang family name, dan mana yang first name. Hampir setiap saat saya harus selalu menjelaskan perbedaan tradisi antara Indonesia dan Jepang, bahwa di Indonesia tidak ada keharusan memiliki family name. Umumnya hal ini dapat difahami dan tidak menimbulkan masalah. Tetapi adakalanya kami harus menentukan satu nama sebagai family name, misalnya saat menulis paper (artikel ilmiah resmi), atau untuk kepentingan pekerjaan. Saat itu saya terpaksa memakai nama “Nugroho” sebagai family name agar tidak mempersulit masalah administrasi. Demikian juga saat anak saya lahir, kami beri nama Kartika Utami Nurhayati. Nama anak saya walaupun panjang tidak ada satu pun yang merupakan nama keluarga. Tetapi saat registrasi, pihak pemerintah Jepang (kuyakusho) meminta saya untuk menetapkan satu nama yang dicatat sebagai keluarga, karena kalau tidak akan sulit dalam pengurusan administrasi asuransi. Akhirnya nama “Nurhayati” yang letaknya paling belakang saya daftarkan sebagai nama keluarga. Bagi orang Jepang hal ini akan terasa aneh, karena dalam keluarga kami tidak ada yang memiliki nama keluarga yang sama.
Masih berkaitan dengan nama, adalah masalah tanda tangan dan inkan (stempel). Di Indonesia dalam berbagai urusan adminstrasi formal sebagai tanda pengesahan, tiap orang membubuhkan tanda tangan. Tanda tangan ini harus konstan. Banyak orang yang memiliki tanda tangan berasal dari inisial nama, tetapi dengan cara penulisan yang unik yang membedakan dengan orang lain yang mungkin memiliki nama sama. Tanda tangan ini juga yang harus dibubuhkan di paspor saat seorang Indonesia akan berangkat ke Jepang. Tetapi begitu tiba di Jepang, tanda tangan yang semula memiliki peran penting, menjadi hilang perananannya. Tanda tangan di Jepang tidak memiliki kekuatan formal. Tradisi masyarakat Jepang dalam membubuhkan tanda tangan adalah dengan memakai inkan (stempel). Biasanya inkan ini bertuliskan nama keluarga. Ada beberapa jenis inkan yang dipakai di Jepang. Antara lain :
  1. “Mitomein” (認印) dipakai untuk keperluan sehari-hari yang tidak terlalu penting, misalnya saat menerima barang kiriman, mengisi aplikasi.
  2. “Jitsuin” (実印) dipakai untuk keperluan penting, seperti membeli rumah, membeli mobil. Inkan tipe ini harus dicatatkan di kantor pemerintahan.
  3. “Ginkoin” (銀行印) dipakai untuk membuka rekening di bank
“Jitsuin” dan “ginkoin” sangat jarang dipakai dan harus disimpan baik-baik. Karena kalau hilang akan menimbulkan masalah serius dalam bisnis.
Bagi orang asing saat masuk ke Jepang harus membuat inkan. Untuk membuat rekening bank, kita tidak boleh memakai tanda tangan, dan harus memakai inkan. Kecuali yubinkyoku masih membolehkan pemakaian tanda tangan. Karena tidak punya kebiasaan tanda tangan, banyak maka orang Jepang kalau diminta untuk menanda tangan (di paspor misalnya), umumnya mereka menuliskan nama lengkap mereka dalam huruf kanji. Barangkali karena inilah maka kalau saya diminta seorang petugas pengiriman barang, untuk membubuhkan tanda tangan sebagai bukti terima, dia berkata “tolong tuliskan nama lengkap anda”, padahal itu di kolom signature. Sepertinya untuk mereka, tanda tangan sama dengan menulis nama lengkap.

3. Pemakaian gesture/gerak tubuh untuk memberikan penghormatan dan kasih sayang
Salah satu topik menarik untuk dibahas adalah bagaimana memakai bahasa tubuh untuk mengungkapkan penghormatan. Jepang dan Indonesia memiliki cara berlainan dalam mengekspresikan terima kasih, permintaan maaf, dsb.
Ojigi
Dalam budaya Jepang ojigi adalah cara menghormat dengan membungkukkan badan, misalnya saat mengucapkan terima kasih, permintaan maaf, memberikan ijazah saat wisuda, dsb. Ada dua jenis ojigi : ritsurei (立礼) dan zarei (座礼). Ritsurei adalah ojigi yang dilakukan sambil berdiri. Saat melakukan ojigi, untuk pria biasanya sambil menekan pantat untuk menjaga keseimbangan, sedangkan wanita biasanya menaruh kedua tangan di depan badan. Sedangkan zarei adalah ojigiyang dilakukan sambil duduk. Berdasarkan intensitasnya, ojigi dibagi menjadi 3 : saikeirei (最敬礼), keirei (敬礼), eshaku (会釈). Semakin lama dan semakin dalam badan dibungkukkan menunjukkan intensitas perasaan yang ingin disampaikan. Saikeirei adalah level yang paling tinggi, badan dibungkukkan sekitar 45 derajat atau lebih. Keirei sekitar 30-45 derajat, sedangkaneshaku sekitar 15-30 derajat. Saikeirei sangat jarang dilakukan dalam keseharian, karena dipakai saat mengungkapkan rasa maaf yang sangat mendalam atau untuk melakukan sembahyang. Untuk lebih menyangatkan, ojigi dilakukan berulang kali. Misalnya saat ingin menyampaikan perasaan maaf yang sangat mendalam. Adapun dalam budaya Indonesia, tidak dikenal ojigi.









Jabat tangan
Tradisi jabat tangan dilakukan baik di Indonesia maupun di Jepang melambangkan keramahtamahan dan kehangatan. Tetapi di Indonesia kadang jabat tangan ini dilakukan dengan merangkapkan kedua tangan. Jika dilakukan oleh dua orang yang berlainan jenis kelamin, ada kalanya tangan mereka tidak bersentuhan. Letak tangan setelah jabat tangan dilakukan, pun berbeda-beda. Ada sebagian orang yang kemudian meletakkan tangan di dada, ada juga yang diletakkan di dahi, sebagai ungkapan bahwa hal tersebut tidak semata lahiriah, tapi juga dari batin.


Cium tangan
Tradisi cium tangan lazim dilakukan sebagai bentuk penghormatan dari seorang anak kepada orang tua, dari seorang awam kepada tokoh masyarakat/agama, dari seorang murid ke gurunya. Tidak jelas darimana tradisi ini berasal. Tetapi ada dugaan berasal dari pengaruh budaya Arab. Di Eropa lama, dikenal tradisi cium tangan juga, tetapi sebagai penghormatan seorang pria terhadap seorang wanita yang bermartabat sama atau lebih tinggi. Dalam agama Katolik Romawi, cium tangan merupakan tradisi juga yang dilakukan dari seorang umat kepada pimpinannya (Paus, Kardinal). Di Jepang tidak dikenal budaya cium tangan.


Cium pipi
Cium pipi biasa dilakukan di Indonesia saat dua orang sahabat atau saudara bertemu, atau sebagai ungkapan kasih sayang seorang anak kepada orang tuanya dan sebaliknya. Tradisi ini tidak ditemukan di Jepang.
Sungkem
Tradisi sungkem lazim di kalangan masyarakat Jawa, tapi mungkin tidak lazim di suku lain. Sungkem dilakukan sebagai tanda bakti seorang anak kepada orang tuanya, seorang murid kepada gurunya. Sungkem biasa dilakukan jika seorang anak akan melangsungkan pernikahan, atau saat hari raya Idul Fitri (bagi muslim), sebagai ungkapan permohonan maaf kepada orang tua, dan meminta doa restunya.

Baik budaya Jepang maupun Indonesia memiliki keunikan tersendiri dalam mengekspresikan rasa hormat, rasa maaf. Jabat tangan adalah satu-satunya tradisi yang berlaku baik di Jepang maupun Indonesia. Kesalahan yang sering terjadi jika seorang Indonesia baru mengenal budaya Jepang adalah saat melakukan ojigi, wajah tidak ikut ditundukkan melainkan memandang lawan bicara. Hal ini mungkin terjadi karena terpengaruh gaya jabat tangan yang lazim dilakukan sambil saling berpandangan mata. Kesalahan lain yang juga sering terjadi adalah mencampurkan ojigi dan jabat tangan. Hal ini juga kurang tepat dipandang dari tradisi Jepang.
4. Penutup
Perbandingan budaya antara Indonesia dan Jepang bermanfaat untuk mengetahui pola berfikir bangsa Indonesia dan bangsa Jepang. Salah satu kesulitan utamanya adalah perbedaan karakteristik kedua bangsa: bangsa Jepang relatif homogen, sedangkan bangsa Indonesia sangat heterogen. Karenanya, perbandingan akan lebih mudah jika difokuskan pada satu suku bangsa di Indonesia. Misalnya budaya Jepang dengan budaya Jawa Tengah, atau budaya Jepang dengan budaya Sunda. Hal ini menggiring kita pada pertanyaan berikutnya : apakah bangsa Indonesia memiliki budaya nasional ? Ataukah budaya nasional itu tidak lain adalah kumpulan dari warna-warni budaya suku bangsa kita ? Ini merupakan pertanyaan yang tidak mudah untuk dijawab, dan menarik untuk dianalisa lebih lanjut.
5. Referensi
Edited By Unul ^_^ terimaksih dah mampir

Posted by Anto Satriyo Nugroho pada Agustus 31, 2006